What is Talak Bain?

What is Talak Bain?

Talak Bain or Talak Bid’a An irrevocable divorce means that the marriage is ended without the possibility of the same couple remarrying, except after the ex-wife has been lawfully remarried to another person and then divorced after consummation of that marriage to that third-party.

What is talaq Tiga?

Under the Muslim law, Triple Talaq means liberty from the relationship of marriage, eventually or immediately, where the man, by simply uttering the word ‘talaq’ three times, ends his marriage. This instant divorce is called Triple Talaq, also known as ‘talaq-e-biddat’.

How does talaq work?

In Islam, the husband pronounces the phrase “I divorce you” (in Arabic, talaq) to his wife. A man may divorce his wife three times, taking her back after the first two (reconciling). After the third talaq they can’t get back together until she marries someone else.

What are the different kinds of talaq?


  • By Husband- Talaq-Ul-Sunnat, Talaq-Ul-Biddat, Ila and Zihar.
  • By Wife- Talaq-i-Tafweez, Lian and Khula.
  • My Mutual Agreement- Mubarat.

What if a man says talaq 3 times in anger?

Answers (3) Talaq must be pronounced before Kazi in a Mosque before religious elders and Maintenance for three months must be given to wife as fixed by Kazi. So when both are in anger it is not valid. Don`t tell to anybody about the pronouncement of talaq by your husband. If so it will be treated as valid.

Can you remarry after talaq?

Nikah halala (Urdu: نکاح حلالہ), also known as tahleel marriage, is a practice in which a woman, after being divorced by triple talaq, marries another man, consummates the marriage, and gets divorced again in order to be able to remarry her former husband.

How long can I get married after divorce?

There is a minimum statutory six-month waiting period before you can remarry in the state of California. Be advised that nothing will automatically happen six months after you file for divorce.

Apa saja syarat dan ketentuan talak?

Para ulama fiqih melihat syarat dan ketentuan talak ini dari tiga aspek. Pertama, dari aspek yang menjatuhkan, yaitu suami. Kedua, dari aspek yang ditalak, yakni istri. Ketiga, dari aspek ungkapan atau redaksi talak. Pertama, yang menjatuhkan talak adalah suami yang sah, baligh, berakal sehat, dan menjatuhkan talak atas kemauannya sendiri.

Apa yang dimaksud dengan talak Sunnah dan talak bid’ah?

Kedua, istri yang ditalak harus dalam keadaan suci dan tidak dicampuri, yang kemudian talaknya dikenal dengan “talak sunnah” dalam arti talak yang diperbolehkan. Sedangkan istri yang ditalak dalam keadaan haid atau dalam keadaan suci setelah dicampuri, dikenal dengan “talak bid‘ah” dalam arti talak yang diharamkan.

Apakah orang yang dipaksa menjatuhkan talak sah?

Begitu pula orang yang dipaksa menjatuhkan talak juga perlu dilihat paksaannya: apakah hak atau tidak. Jika paksaannya hak seperti paksaan hakim di pengadilan, maka talak yang dijatuhkannya adalah sah dan jatuh. Sama halnya dengan keputusan cerai yang telah diputuskan oleh hakim pengadilan.

Apa yang dimaksud dengan talak bid’ah?

Sedangkan istri yang ditalak dalam keadaan haid atau dalam keadaan suci setelah dicampuri, dikenal dengan “talak bid‘ah” dalam arti talak yang diharamkan. Kedua jenis talak ini berlaku bagi istri yang masih haid.